Sabtu, 28 November 2020

Merumuskan Sebuah Kerangka Karangan


Merumuskan sebuah kerangka karangan berdasarkan sebuah topik dan judul karangan

Salam untuk teman-teman sekalian, kali ini, ijinkan saya berbagi pemahaman mengenai kerangka karangan.

Sebelum merumuskan kerangka, akan lebih baik jika kita paham dulu,apa itu kerangka karangan? Kerangka karangan ini merupakan point-point penting yang nantinya akan diolah menjadi narasi, untuk memudahkan penulis agar lebih terarah. Banyak yang menyebut kerangka karangan ini dengan sebutan outline. Sudah tidak asing lagi bukan? Lalu bagaimana merumuskan suatu kerangka karangan jika disajikan sebuah topik atau judul? Topik adalah pokok pembicaraan, sementara judul ialah kepala tulisan, atau miniatur sebuah isi. Keduanya memiliki persamaan, namun cakupan judul lebih sempit dari topik. 

Pola susunan dalam membuat suatu karangan ada 2 macam, pola alamiah dan pola logis.

1. Pola Alamiah
Pola alamiah merupakan urutan suatu kerangka karangan yang sesuai dengan keadaan di alam.
  • Urutan waktu atau kronologis, yaitu urutan yang didasarkan pada tahap-tahap suatu kejadian.
  • Urutan ruang atau spasial, yaitu urutan yang menjadi landasan paling penting, bila karangan yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang atau tempat.
  • Topik yang ada, suatu hal yang sudah diketahui bagian-bagian tertentu, untuk menjelaskan detailnya kejdian tersebut, mau tidak mau haruslah menjelaskan semua bagian yang dimaksud.

2. Pola Logis
Pola logis merupakan tanggapan jalan pemikiran suatu penulis yang dijadikan landasan setiap kejadian untuk menyajikan karangan sesuai urutan yang logis.

  • Urutan klimaks dan anti klimaks, urutan yang memiliki kedudukan yang paling menonjo. Jika, posisi paling penting berada di akhir, dinamakan klimaks. Semntara anti klimaks, kebaikan dari klimaks.
  • Urutan kausal, urutan yang berdasarkan sebab dan akibat. Masalah yang dianggap sebab lalu dilanjutkan dengan akibat, dinamakan urutan sebab akibat. Untuk kebalikannya dinamakan akibat sebab.
  • Urutan pemacahan masalah, dimulai dari suatu masalah yang kemudian dilanjutkan pada pemecahan masalah atau kesimpulan.
  • Urutan familiaritas, dimulai dengan suatu hal yang sudah dikenal kemudian turun pada hal-hal yang belum dikenal.
  • Akseptilitas, membahas suatu hal, apakah suatu gagasan diterima atau tidak oleh pembaca.

Bentuk kerangka karangan ada dua, yaitu kerangka karangan kalimat dan kerangka karangan topik. Untuk membuat suatu kerangka karangan, penulis harus mengetahui tema, dan telah menguasainya dengan baik. Akan lebih baik, jika ada pembatasan ruang lingkup yang memungkinkan penulis untuk mengingat sesuatu yang dibutuhkan dalam karangan
tersebut. Cara menyusun kerangka karangan ialah dengan merenungkan setiap ide atau topik atau pembahasan yang akan dijadikan sebuah karangan.
Lalu, tulis dan uraikan sesuai kebutuhan, bagaimana bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir. Jangan ragu untuk mengubah susunan, atau mencoret suatu hal, jika itu memang diperlukan.

Untuk lebih jelasnya, kita aplikasikan materi di atas dengan membuat kerangka karangan. 
Untuk sekarang, saya ambilkan topik kerangka, covid-19. Dalam bentuk topik bukan kalimat.

Judul: “Covid-19 dan pengarunya di bidang perekonomian dunia”

Kerangka karangan:

1. Pengertian Covid-19
2. Munculnya Covid19
2.1. Covid-19 di Wuhan
2.2. Peringatan singkat dari dokter
2.3. Tuduhan informasi hoaks
2.4. Merebaknya Covid 19 di wuhan
2.5. Perizinan penyebar luasan informasi Covid-19
3. Merebaknya Covid 19 di dunia
4. Dampak Covid 19 di bidang ekonomi
4.1. Bidang pariwisata
4.2. Bidang perdagangan internasional
4.3. Bidang tata kerja
5. Upaya mengembalikan keadaan perekonomian

Judul di atas sudah disesuaikan dengan topiknya yaitu Covid 19. Judul lebih sempit pembahasannya dari pada topik tersebut. Dari contoh tersebut, jika diamati bisa menggunakan pola logis yaitu pola kasual sebab akibat, dimana yang berdiri sebagai sebab adalah munculnya Covid-19, dan yang berdiri sebagai akibat adalah dampaknya terhadap perekonomian dunia.

Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat 😊.


Daftar Pustaka
1. Dr.Nugraheni, Aninditya Sri,M.Pd (2019). Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif. Jakarta: Prenada Media.
2. Widjono Hs. Bahasa Indonesia Mata kuliah pengembangan kepribadian di Perguruan Tinggi, Jakarta 10270 :PT. Grasindo.

Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran

 Sistem bukanlah sebuah cara, proses, ataupun metode. Sistem lebih luas dari itu, sistem merupakan kumpulan dari komponen-komponen yang terh...