Sabtu, 11 Februari 2023

Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran




 Sistem bukanlah sebuah cara, proses, ataupun metode. Sistem lebih luas dari itu, sistem merupakan kumpulan dari komponen-komponen yang terhubung satu sama lain untuk mencapai tujuan yang sama. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem mempunya 3 hal penting.

Pertama, Setiap sistem bertujuan. Kedua, Setiap sistem memiliki fungsi. Nah untuk mencapai suatu tujuan, maka suatu sistem harus memiliki fungsi fungsi tertentu. Dan yang ketiga, komponen. Suatu sistem memiliki komponen, dimana komponenlah yang akan bergerak untuk melaksanakan fungsi-fungsi sehingga mencapai tujuan.

Keberadaan komponen adalah suatu hal yang penting dalam sistem. Komponen memiliki sifat-sifatnya dalam sebuah sistem.

  1. Integral dan tidak integral. Integral adalah komponen yang tidak dapat dipisahkan dari suatu sistem. Artinya, jika komponen integral dipisahkan maka distem itu akan hilang keberadaannya. Dan komponen tidak integral adalah komponen pelengkap. Artinya jika komponen tersebut tidak ada, sistem masih bisa berjalan, walau memperlambat jalannya sistem.
  2. Saling berhubungan, berinteraksi, mempengaruhi dan berkaitan. 
  3. Keseluruhan yang bermakna
  4. Bagian dari sistem yang lebih besar
Sistem Pembelajaran
Menurut Hamalik, Sistem pembelajaran adalah suatu kombinasi terorganisasi yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan.

Unsur manusiawi seperti guru, siswa, pustakawan, laboran, tenaga administrasi, bahkan penjaga kantin bisa termasuk kedalamnya. Material yang dimaksud ialah berbagai bahan pembelajaran yang digunakan sembagai sumber belajar. Selain itu perlengkapan meliputi fasilistas yang mendukung proses pembelajaran. Serta yang dimaksud prosedur berkaitan dengan jadwal kegiatan, perencanaan, strategi, evaluasi, metode, pelaksanaan, dan sebagainya.

Manfaat Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran
  1. Arah dan tujuan pembelajaran dapat direncanakan dengan jelas. Perumusan tujuan merupakan salah satu karakteristik dari pendekatan sistem.
  2. Menuntut guru pada kegiatan yang sistematis. Berpikir secara runtut, sehingga melalui langkah yang jelas akan memaksimalkan hasil pembelajaran.
  3. Dapat merancang pembelajaran dengan mengoptimalkan segala potensi dan sumber daya yang tersedia. Demi tercapai tujuan dengan fungsi yang benar, guru harus berusaha memanfaatkan seluruh potensi (komponen) yang relevan dan tersedia.
  4. Dapat memberikan umpan balik. Ketika tujuan tercapai atau tidak tercapai, maka evaluasi dapat dilaksanakan dengan mencari tahu bagian mana yang perlu diperbaiki ataupun ditingkatkan.
Komponen Sistem Pembelajaran

1. Siswa
Proses pembelajaran pada hakikatnya diarahkan untuk membelajarkan siswa agar dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Artinya keputusan yang diambil disesuaikan dengan kondisi siswa yang bersangkutan. 

2. Tujuan
Tujuan komponen terpenting setelah komponen siswa sebagai subjek. Dalam pendidikan tujuan merupakan visi ataupun misi suatu lembaga. Tujuan yang harus dijadikan rujukan meliputi kognitif, afektif, dan psikomotorik.

3. Kondisi
Berbagai pengalaman siswa dalam belajar yang dapat mendorong keaktifan belajar siswa. Dengan begitu, desainer pembelajaran harus menciptakan kondisi brlajar siswa yang dapat meningkatkan motivasi, semangat, dan minat siswa.

4. Sumber belajar
Sumber belajar meliputi segala hal yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar. 

5. Hasil belajar
Adalah hal yang diperoleh siswa setelah melalui proses belajar. Disinilah guru harus mampu menentukan instrumen pembelajaran yang dapat mengukur hasil belajar siswa.

Kriteria dan variabel yang dapat mempengaruhi sistem pembelajaran.

 Hasil belajar sebagai kriteria keberhasilan sistem pembelajaran. Pembelajaran merupakan sistem yang kompleks sehingga keberhasilannya harus dilihat dari produk dan hasil produk. Tidak sesuai jika hasil belajar dijadikan satu satunya penentuan keberhasilan proses belajar.

Variabel yang berpengaruh pada keberhasilan sistem pembelajaran meliputi faktor guru, siswa, sarana prasarana, dan lingkungan.

Sumber: Bab I
Sanjaya, Wina. (2017). Perencanaan & Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana

Rabu, 29 Desember 2021

Majalah Anak Sang Cahaya (Warna-Warni Inspiratif Masa Kini)


 Assalamualaiakum Wr. Wb.


Selamat datang para pembaca peminat majalah. Kami dari tim majalah Sang Cahaya yang terdiri dari:


1. Shinta Dewi (2320036)

2. Awaliyatun Nikmah (2320042)

3. Dian Ardiani (2320097) 

4. Linda Hidayanti (2320105)

5. Ni'matu Sakinah (2320112)

6. Niaba Akmalia (2320150)


Mempersembahkan majalah anak 2021, edisi kebersamaan, dengan judul "Warna Warni Inspiratif Masa Kini" guna memenuhi tugas UAS mata kuliah Bahasa dan Sastra Indonesia.


Dalam majalah ini, memuat berbagai karya dengan tema "Tokoh Inspiratif". Bentuk karya antara lain: Cerpen anak, dongeng, puisi anak, drama anak, dan artikel. Penjelasan singkat mengenai isi majalah bisa diakses di youtubeKlik Di sini


Yang pastinya isi dari majalah ini diharapkan dapat diambil amanat yang tersirat di setiap karya yang dipesembahkan.


Kami dari tim Majalah Sang Cahaya mengucapkan terima kasih atas apresiasi pembaca, sekaligus meminta maaf apabila ada kesalahan dalam penyampaian isi majalah.


Selamat membaca. Salam literasi.


Wassalamualaikum Wb. Wb.



Sabtu, 28 November 2020

Merumuskan Sebuah Kerangka Karangan


Merumuskan sebuah kerangka karangan berdasarkan sebuah topik dan judul karangan

Salam untuk teman-teman sekalian, kali ini, ijinkan saya berbagi pemahaman mengenai kerangka karangan.

Sebelum merumuskan kerangka, akan lebih baik jika kita paham dulu,apa itu kerangka karangan? Kerangka karangan ini merupakan point-point penting yang nantinya akan diolah menjadi narasi, untuk memudahkan penulis agar lebih terarah. Banyak yang menyebut kerangka karangan ini dengan sebutan outline. Sudah tidak asing lagi bukan? Lalu bagaimana merumuskan suatu kerangka karangan jika disajikan sebuah topik atau judul? Topik adalah pokok pembicaraan, sementara judul ialah kepala tulisan, atau miniatur sebuah isi. Keduanya memiliki persamaan, namun cakupan judul lebih sempit dari topik. 

Pola susunan dalam membuat suatu karangan ada 2 macam, pola alamiah dan pola logis.

1. Pola Alamiah
Pola alamiah merupakan urutan suatu kerangka karangan yang sesuai dengan keadaan di alam.
  • Urutan waktu atau kronologis, yaitu urutan yang didasarkan pada tahap-tahap suatu kejadian.
  • Urutan ruang atau spasial, yaitu urutan yang menjadi landasan paling penting, bila karangan yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang atau tempat.
  • Topik yang ada, suatu hal yang sudah diketahui bagian-bagian tertentu, untuk menjelaskan detailnya kejdian tersebut, mau tidak mau haruslah menjelaskan semua bagian yang dimaksud.

2. Pola Logis
Pola logis merupakan tanggapan jalan pemikiran suatu penulis yang dijadikan landasan setiap kejadian untuk menyajikan karangan sesuai urutan yang logis.

  • Urutan klimaks dan anti klimaks, urutan yang memiliki kedudukan yang paling menonjo. Jika, posisi paling penting berada di akhir, dinamakan klimaks. Semntara anti klimaks, kebaikan dari klimaks.
  • Urutan kausal, urutan yang berdasarkan sebab dan akibat. Masalah yang dianggap sebab lalu dilanjutkan dengan akibat, dinamakan urutan sebab akibat. Untuk kebalikannya dinamakan akibat sebab.
  • Urutan pemacahan masalah, dimulai dari suatu masalah yang kemudian dilanjutkan pada pemecahan masalah atau kesimpulan.
  • Urutan familiaritas, dimulai dengan suatu hal yang sudah dikenal kemudian turun pada hal-hal yang belum dikenal.
  • Akseptilitas, membahas suatu hal, apakah suatu gagasan diterima atau tidak oleh pembaca.

Bentuk kerangka karangan ada dua, yaitu kerangka karangan kalimat dan kerangka karangan topik. Untuk membuat suatu kerangka karangan, penulis harus mengetahui tema, dan telah menguasainya dengan baik. Akan lebih baik, jika ada pembatasan ruang lingkup yang memungkinkan penulis untuk mengingat sesuatu yang dibutuhkan dalam karangan
tersebut. Cara menyusun kerangka karangan ialah dengan merenungkan setiap ide atau topik atau pembahasan yang akan dijadikan sebuah karangan.
Lalu, tulis dan uraikan sesuai kebutuhan, bagaimana bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir. Jangan ragu untuk mengubah susunan, atau mencoret suatu hal, jika itu memang diperlukan.

Untuk lebih jelasnya, kita aplikasikan materi di atas dengan membuat kerangka karangan. 
Untuk sekarang, saya ambilkan topik kerangka, covid-19. Dalam bentuk topik bukan kalimat.

Judul: “Covid-19 dan pengarunya di bidang perekonomian dunia”

Kerangka karangan:

1. Pengertian Covid-19
2. Munculnya Covid19
2.1. Covid-19 di Wuhan
2.2. Peringatan singkat dari dokter
2.3. Tuduhan informasi hoaks
2.4. Merebaknya Covid 19 di wuhan
2.5. Perizinan penyebar luasan informasi Covid-19
3. Merebaknya Covid 19 di dunia
4. Dampak Covid 19 di bidang ekonomi
4.1. Bidang pariwisata
4.2. Bidang perdagangan internasional
4.3. Bidang tata kerja
5. Upaya mengembalikan keadaan perekonomian

Judul di atas sudah disesuaikan dengan topiknya yaitu Covid 19. Judul lebih sempit pembahasannya dari pada topik tersebut. Dari contoh tersebut, jika diamati bisa menggunakan pola logis yaitu pola kasual sebab akibat, dimana yang berdiri sebagai sebab adalah munculnya Covid-19, dan yang berdiri sebagai akibat adalah dampaknya terhadap perekonomian dunia.

Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat 😊.


Daftar Pustaka
1. Dr.Nugraheni, Aninditya Sri,M.Pd (2019). Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi Berbasis Pembelajaran Aktif. Jakarta: Prenada Media.
2. Widjono Hs. Bahasa Indonesia Mata kuliah pengembangan kepribadian di Perguruan Tinggi, Jakarta 10270 :PT. Grasindo.

Sabtu, 24 Oktober 2020

Resensi Buku Non-Fiksi "Beginilah Cara Mudah Bangun Malam Untuk Tahajjud"

 

Beginilah Cara Mudah Bangun Malam untuk Tahajjud

 

Identitas Buku:

Judul Buku      : Beginilah Cara Mudah Bangun Malam untuk Tahajjud

Penulis Buku   : D.A. Pakih Sati, Lc.

Tahun Terbit    : 2015

Penerbit           : Saufa

Tebal Buku      : 204 halaman

 

    Harus diakui, tidaklah mudah bangun malam untuk beribadah. Banyak sekali alasan-alasan yang kita turuti karena nafsu belaka, entah itu alasan masih mengantuk, lelah, atau bahkan sudah ada niatan tapi menunda untuk melaksanakannya, dan akhirnya tidak  terlaksana. Begitu dahsyat bujukan setan kepada kaum adam untuk menjauhi Allah SWT. Mungkin di antara kita ada yang sudah menyiapkan matang-matang, agar bisa bangun malam untuk qiyamul lail lebih tepatnya tahajud. Alarm ganda dipasang sedemikian rupa dengan nada dering yang energik. Akan tetapi, masih saja terasa berat meninggalkan tempat tidur yang nyaman. Di buku ini,  membahas fadilah salat tahajud serta beberapa motivasi agar kita lebih mantap lagi dalam melaksanakan tahajud.

    Di bab pertama, penulis mengenalkan dasar-dasar salat tahajud, jumlah rakaatnya, waktu pelaksanaan, dan tata cara salat tahajud. Penulis juga memberikan beberapa alasan, mengapa dan bagaimana hukum salat tahajud yang awalnya wajib bisa berubah menjadi sunah.

    Di bagian kedua, buku ini memaparkan beberapa fadilah tahajud seperti, mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi-Nya, dikabulkan doa-doanya, dan sebagai jalan mendekatkan diri pada Allah untuk mendapatkan cinta-Nya. Orang yang melaksanakan salat tahajud mendapat kedudukan yang berbeda dari orang yang terlelap ketika malam, karena sebaik-baiknya salat sunah adalah salat tahajud.

    Di bagian ketiga inilah inti dari buku. Di mana, penulis telah memasukkan 100 poin yang isinya motivasi-motivasi dari rasul, sahabat rasul, dan para salafus salih. Tidak tertinggal pula tips-tips mudah bangun tahajud, balasan untuk orang-orang yang melaksanakan salat tahajud, serta dalil-dalil yang menyertai di tiap poinnya. Di akhir bab, penulis mengingatkan pembaca untuk menerapkan ilmu yang telah didapat dari buku ini. Karena sejatinya, ilmu tanpa amal bagai pohon tidak berbuah.

    Buku ini, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, cocok dibaca untuk semua kalangan masyarakat. Namun sebelum itu, pembaca hendaknya meguasai lebih dulu salat-salat fardu dan tata pelaksanaannya. Karena di sini penulis tidak menjelaskan detail dari salat itu sendiri.  Selain itu, covernya cukup menarik dan sederhana, tidak terlalu berlebihan dengan tasbih dan jam pasir yang disesuaikan dengan tata letak judul buku.

    Namun dalam pembahasannya, penulis tidak menyatukan subbab yang masih berkaitan dalam satu sub bab yang sama. Penuis seolah memaksakan untuk mencapai targetnya 100 sub bab. Hal ini tentu membuat pembaca merasa bosan, mengira bahwa dirinya telah membaca kalimat tersebut berkali-kali.

 

Selasa, 13 Oktober 2020

Resensi Buku Kaya Wajib Bagi Orang Islam

 Kaya Wajib Bagi Orang Islam

 

Identitas Buku:

Judul Buku      : Kaya Wajib Bagi Orang Islam

Penulis Buku   : M. Hafizh Al-ashiqya

Tahun Terbit    : 2011

Penerbit           : Khazanah Sulaiman

Tebal Buku      : 132 halaman

 

Tidak bisa dipungkiri, di zaman sekarang ini, banyak yang masih mengalami kesulitan secara ekonomi. Bahkan, karena tingkat rendahnya perekonomian yang menimpa, tak jarang seseorang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuap nasi. Apalagi pada kondisi saat ini, banyaknya konflik di kalangan elit politik, melimpahnya kasus-kasus korupsi, yang ditakutkan semua negara yaitu ancaman Covid-19, dan konflik akibat dari pengesahan RUU ketenaga kerjaan saat ini. Tentu masalah-masalah tersebut mengguncangkan perekonomian yang semakin lemah, baik di kalangan keluarga, masyarakat atau negara.

Terlepas dari itu semua, seorang muslim dianjurkan untuk tidak berpangku tangan, dan pasrah kepada keadaan, nabi Muhammad SAW bersabda bahwa kefakiran bisa menjerumuskan pada kekafiran. Dari hadist tersebut, tersirat makna bahwa seorang muslim dituntut untuk kaya. Dalam buku ini, mengulas tentang bagaimana kita mengikat kekayaan tanpa menjadi hamba uang, alasan umat islam harus menjadi kaya, mengikat rizqi tanpa terjerat hutang, dan sebagainya.

Di bagian pertama sub bab materi, penulis menjelaskan bahwa dengan kekayaan banyak sekali manfaatnya, bisa berkurban, haji, umrah, membangun masjid, menyantuni anak yatim, bersedekah, dan bermanfaat untuk orang banyak. Di bagian kedua, penulis menekankan bahwa takdir bisa dirubah dengan usaha keras yang disertai doa. Penulis menyertakan pandangannya, bahwa hidup kaya dan hidup kemewahan itu berbeda. Orang kaya belum tentu hidup mewah, dan orang miskin juga belum tentu hidaup dengan kemiskinannya.  

Di bagian ketiga, penulis menyertakan berbagai alasan mengapa orang islam wajib kaya, dengan menyertakan dalil dalil quran dan hadist. Di bagian selanjutnya penulis mengenalkan konsep kekayaan dalam berbagai pandangan. Di bagian ke lima, dijelaskan bahwa harta yang didapat dengan cara yang haram, akan membuat hidup tidak tenang. Selain itu, disajikan pula teladan-teladan yang patut kita contoh dari sahabat, tabiin dan ulama terdahulu. Di bab-bab berikutnya penulis memaparkan kejadian-kejadian sederhana yang kemudian bisa diterapkan dalam kehidupan yang lebih luas. Di sini juga dijelaskan harta wajib untuk digunkan di jalan yang baik, karena jika tidak akan mencelakakan pemiliknya. Penulis mengeksplor berbagai motivasi mengenai pandangan zuhud yang dibenarkan. Penulis mengemas kata sedemikian rupa, hingga pembaca merasa takut untuk membelanjakan hartanya di jalan yang salah. Kekayaan yang ditulis di sini, tidaklah hanya sebatas kaya harta saja, masih banyak kriteria kekayaan yang dikupas di sini.

Buku ini, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, cocok dibaca untuk semua kalangan masyarakat. Selain itu, terdapat gambar-gambar di bagian akhir pembahasan yang dimodifikasi dengan beberapa motivasi atau quote, sehingga mudah diingat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, masih terdapat kesalahan kata dalam penulisan, seperti kurangnya huruf. Tak hanya itu, cover buku juga kurang menarik dengan perpaduan latar dan gambar yang mencolok, terlihat lebih aneh.

Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran

 Sistem bukanlah sebuah cara, proses, ataupun metode. Sistem lebih luas dari itu, sistem merupakan kumpulan dari komponen-komponen yang terh...