Kaya Wajib Bagi Orang Islam
Identitas Buku:
Judul Buku : Kaya Wajib Bagi Orang Islam
Penulis Buku : M. Hafizh Al-ashiqya
Tahun Terbit : 2011
Penerbit : Khazanah Sulaiman
Tebal Buku : 132 halaman
Tidak bisa dipungkiri, di zaman sekarang ini, banyak yang masih mengalami kesulitan secara ekonomi. Bahkan, karena tingkat rendahnya perekonomian yang menimpa, tak jarang seseorang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuap nasi. Apalagi pada kondisi saat ini, banyaknya konflik di kalangan elit politik, melimpahnya kasus-kasus korupsi, yang ditakutkan semua negara yaitu ancaman Covid-19, dan konflik akibat dari pengesahan RUU ketenaga kerjaan saat ini. Tentu masalah-masalah tersebut mengguncangkan perekonomian yang semakin lemah, baik di kalangan keluarga, masyarakat atau negara.
Terlepas dari itu semua, seorang muslim dianjurkan untuk tidak berpangku tangan, dan pasrah kepada keadaan, nabi Muhammad SAW bersabda bahwa kefakiran bisa menjerumuskan pada kekafiran. Dari hadist tersebut, tersirat makna bahwa seorang muslim dituntut untuk kaya. Dalam buku ini, mengulas tentang bagaimana kita mengikat kekayaan tanpa menjadi hamba uang, alasan umat islam harus menjadi kaya, mengikat rizqi tanpa terjerat hutang, dan sebagainya.
Di bagian pertama sub bab materi, penulis menjelaskan bahwa dengan kekayaan banyak sekali manfaatnya, bisa berkurban, haji, umrah, membangun masjid, menyantuni anak yatim, bersedekah, dan bermanfaat untuk orang banyak. Di bagian kedua, penulis menekankan bahwa takdir bisa dirubah dengan usaha keras yang disertai doa. Penulis menyertakan pandangannya, bahwa hidup kaya dan hidup kemewahan itu berbeda. Orang kaya belum tentu hidup mewah, dan orang miskin juga belum tentu hidaup dengan kemiskinannya.
Di bagian ketiga, penulis menyertakan berbagai alasan mengapa orang islam wajib kaya, dengan menyertakan dalil dalil quran dan hadist. Di bagian selanjutnya penulis mengenalkan konsep kekayaan dalam berbagai pandangan. Di bagian ke lima, dijelaskan bahwa harta yang didapat dengan cara yang haram, akan membuat hidup tidak tenang. Selain itu, disajikan pula teladan-teladan yang patut kita contoh dari sahabat, tabiin dan ulama terdahulu. Di bab-bab berikutnya penulis memaparkan kejadian-kejadian sederhana yang kemudian bisa diterapkan dalam kehidupan yang lebih luas. Di sini juga dijelaskan harta wajib untuk digunkan di jalan yang baik, karena jika tidak akan mencelakakan pemiliknya. Penulis mengeksplor berbagai motivasi mengenai pandangan zuhud yang dibenarkan. Penulis mengemas kata sedemikian rupa, hingga pembaca merasa takut untuk membelanjakan hartanya di jalan yang salah. Kekayaan yang ditulis di sini, tidaklah hanya sebatas kaya harta saja, masih banyak kriteria kekayaan yang dikupas di sini.
Buku ini, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, cocok dibaca untuk semua kalangan masyarakat. Selain itu, terdapat gambar-gambar di bagian akhir pembahasan yang dimodifikasi dengan beberapa motivasi atau quote, sehingga mudah diingat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, masih terdapat kesalahan kata dalam penulisan, seperti kurangnya huruf. Tak hanya itu, cover buku juga kurang menarik dengan perpaduan latar dan gambar yang mencolok, terlihat lebih aneh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar